LALU LINTAS PEMBAYARAN MONETER (Tugas 2)

Nama : Rachmandianto
Npm : 10208981
Kelas : 3ea10
MaKul : Komp. Lembaga Keuangan Perbankan

LALU LINTAS PEMBAYARAN MONETER
( By Rachmandianto )

I. PENDAHULUAN
Dalam bertambah dan berkembangnya layanan lalu lintas keuangan pada setiap bank serta fasilitas –fasilitas lainnya. Akan memotivasi investor menanamkan modalnya pada bank yang mereka percaya, dengan begitu akan terjadi lancarnya simpanan yang bersifat likuiditas dan berkembangnya ekonomi pada sektor moneter yang pada akhirnya akan memajukan perekonomian rakyat. Sebagai akibat tingginya lalu lintas kuangan yang ada, tidak hanya pada sisi debit saja tetapi tingginya kredit yang dicairkan kepada masyarakat sebagai bentuk jalannya produktivitas baik berupa barang maupun jasa yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumen.

Dalam penulisan ini akan membahas mengenai lalu lintas pembayaran moneter sebagai bentuk antusiasnya masyarakat yang menjadi nasabah pada bank-bank yang ada saat ini. Sehingga bank juga akan mengembangkan usahanya dalam mencapai tujuan menghimpun dan dari investor. Selain itu bank juga akan bersaing mendapatkan kepercayaan dari nasabah yang menyimpan dananya pada bank yang dituju. Disamping itu fasilitas pembayaranpun akan semakin variatif sebagai bentuk pelayanan lalu lintas keuangan nasabah, pada akhirnya akan saling menguntungkan bagi bank, debitur dan juga kreditur.

II. LANDASAN TEORI
11.1 Pengertian bank adalah badan usaha yang menhimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan dalam bentuk simpanan lainnya dalam usaha meningkatkan taraf hidup rakyat banyak (UU RI no. 10 tahun 1998).

Pengertian moneter adalah tindakan yang dilakukan oleh penguasa (Bank Indonesia) untuk mempengaruhi jumlah yang beredar dan kredit yang pada akhirnya akan mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat.
Kebijakan moneter bertujuan untuk mencapai kestabilan ekonomi yang dapat diukur dengan :
1. Kesempatan Kerja : semakin gairah untuk berusaha, maka akan meningkatkan produksi. Tingkat produksi ini akan diikuti dengan kebutuhan adanya tenaga kerja. Hal ini akan meningkatkan kesempatan kerja dan mensejahterakan karyawan.
2. Kestabilan Harga : neraca pembayaran yang seimbang menunjukkan kestabilan ekonomi suatu Negara. Agar neraca pembayaran seimbang maka pemerintah sering melakukan kebijakan – kebijakan moneter.

11.2 Pengertian kliring adalah penyelesaian hutang piutang antar bank peserta kliring yang berbentuk surat berharga. Dengan kata lain terjadi pertukaran warkat (cek, giro bilyet, nota kredit, nota debit) yang perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu. Sedangkan waktu dan pelaksanaannya dietur oleh Bank Indonesia yang pesertanya adalah bank-bak umum.

III. PEMBAHASAN
Di dalam kasus kali ini mengenai lalu lintas pembayaran moneter, lalu lintas pembayaran moneter terdapat dua sisi yang berbeda yakni debit dan kredit. Debit berperan sebagai source of fund (liabilities = passiva) sedangkan kredit berperan sabagai use of fund (assets = aktiva).

III.1 Pembahasan Debit pada Bank
Kita akan memulai dengan membahas dari sisi debit terlebih dahulu sebagai investor atau penanam modal bank. Bank memiliki tiga fasilitas dalam lalu lintas pelayanan lalu lintas keuangan kepada debitor, antara lain
1) Deposite, ada tiga macam bentuk deposite :
a. Tabungan : ATM, pinbuk dan tunai
b. Giro : cek dan bilyet
c. Deposito : regular, automatic rool over dan sertificate deposite
2) Securities, ada dua macam bentuk securities :
a. Hutang / obliges
b. Kredit likuiditas Bank Indonesia
3) Capital, ada dua macam bentuk capital :
a. Laba ditahan]
b. Saham
Jika bank ingin menjadi prudent bank, artinya bank tersebut dapat dipercaya dalam pelayanan lalu lintas keuangan kepada debitor dan bersifat likuiditas. Bank tersebut harus memiliki tiga lalu lintas moneter antara lain interest, trust, dan transfer of risk. Sehingga bank tersebut dapat dipercaya oleh debitor yang ingin menanamkan modalnya.

III.2 Pembahasan kredit pada Bank
Selain lalu lintas debit, bank juga memberikan pelayanan lalu lintas keuangan pada kredit. Kredit diberikan kepada mereka yang kekurangan akan uang baik bersifat likuiditas maupun tidak. Bank memiliki fasilitas lalu lintas keuangan pada sisi kredit antara lain :
1) Loan
Loan diberikan kepada kreditur maksimal sebesar 110% LDR (loan to deposite ratio). Dana tersebut dikucurkan dari deposite sebesar 100% dan ditambahkan dana capital sebesar 10%, sehingga genap 110% yang diterima oleh kreditur. Sedangkan KUK/KUR (kredit usaha rakyat/kecil) minimal dikucurkan dana sebesar 20% dari dana yang ada.

2) Cash Reserve
Yaitu pelayanan pemberian dana tunai berupa kas rekening kredit pada Bank Indonesia yang bersifat likuiditas dan traksaksi kliring minimal 8% dari deposite legal reguierment LRR.

3) Securities
Yakni merupakan pelayanan lalu lintas keuangan pinjaman kepada bank lain.

4) Other Assets
Other Assets dimaksudkan pemberian pinjaman dengan menggunakan asset kekayaan lainnya dari bank sebagai pemberi kredit.

III.3 Lalu Lintas Kliring
Pada pembahasan kasus lalu lintas kliring, Bank Indonesia sebagai pemberi fasilitas lalu lintas keuangan antara Bank ABC dan Bank KDI. Bank ABC mempunyai nasabah yang bernama Udin, sedangkan Bank KDI mempunyai nasabah yang bernama Mumun. Suatu ketika kedua nasabah tersebut melakukan transaksi keuangan sebagai tindak lanjut Mumun membeli satu truk bawang brebes kepada Udin. Karena Mumun tidak membawa uang cash maka Mumun memberikan cek kepada Udin sebesar Rp 100jt. Dengan (debit tabungan Mumun/kredit RK pada BI) lalu diteruskan oleh BI dengan (debit RK KDI/kredit RK ABC) kemudian dilanjutkan oleh Bank ABC kepada nasabah Udin dengan (debit RK pada BI/kredit tabungan Udin) dengan begitu kliring telah berjalan sehingga Udin menerima uang sebesar Rp 100jt.

Kemudian sebaliknya juga seperti itu, jika Udin ingin mengirimkan uang kepada Mumun sebesar Rp 10jt sebagai bentuk diskon dari transaksinya. Maka kliring akan berjalan sebagai berikut, dari Udin (debit tabungan Udin/kredit RK pada BI) setelah sampai pada BI (debit RK ABC/kredit RK KDI) diteruskan (debit RK KDI/kredit tabungan Mumun), sehingga Mumun telah menerima uang sebagai diskon sebesar Rp 10jt pada tabungan Mumun.

IV. KESIMPULAN
Peran bank sentral dalam perekonomian suatu negara sangat penting. Bank sentral adalah mitra utama pemerintah dalam menggerakkan berbagai kegiatan ekonomi melalui kebijakan suku bunga dengan statusnya sebagai otoritas moneter. Sebagai otoritas moneter, bank sentral memiliki tujuan, tugas, maupun wewenang yang tidak dimiliki lembaga ekonomi lainnya.

(materi ditambahkan dengan narasumber lain)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: