BAB I. PENDAHULUAN

PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP BISNIS WARALABA
(Waralaba Indomaret Perum. Margahayu Jaya Bekasi)

By ;
RACHMANDIANTO
3EA10

ABSTRAK
Persaingan global menuntut pengusaha tidak hanya mengantisipasi persaingan dari kompetitor lokal namun juga harus memperhitungkan kompetitor regional maupun global. Franchising/waralaba sebagai suatu strategi bisnis memberikan keuntungan baik kepada franchisor maupun kepada franchisee, disamping juga adanya kerugian yang harus ditanggungnya. Franchising memberikan tambahan keuntungan bagi franchisor tanpa melakukan tambahan investasi, sedangkan keuntungan utama franchisee adalah tingkat kegagalan pasar relatif kecil karena usaha yang dilakukan sudah populer dan telah dikenal oleh masyarakat.
Bisnis waralaba saat ini telah berkembang pesat dan telah menjamur sampai ke berbagai daerah di indonesia, dalam hal ini franchising Indomaret berhasil meningkatkan jaringan sampai 4500 lebih waralaba milik sendiri dan milik frinchisee. Ini membuktikan bahwa bisnis waralaba merupakan bisnis yang potensial dalam dunia bisnis yang sangat ketat persaingannya. Berkembangnya dan berhasilnya waralaba Indomaret salah satunya dikarenakan adanya peningkatan kepercayaan dan daya beli masyarakat yakni sebagai konsumen yang telah percaya terhadap waralaba Indomaret tersebut.

Kata kunci : waralaba, indomaret, bisnis ____________

BAB I. PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang Masalah
Bisnis waralaba merupakan bisnis alternatif bagi pengusaha baru maupun yang sudah berkecimpung dalam dunia usaha. Mereka tahu bahwa bisnis waralaba mempunyai profit yang menjanjikan di masa yang akan datang. Namun perlu kita ketahui bahwa dibalik sebuah kesuksesan pasti ada puluhan beberapa kegagalan yang di alami pebisnis waralaba. Mulai dari problematika bisnis itu sendiri hingga mengenai konsumen terhadap bisnis yang dikembangkan oleh pengusaha tersebut. Persepsi konsumen mempunyai peran penting bagi berkembang dan majunya bisnis waralaba, karena konsumen akan berpindah perhatiannya dan membeli produk ke bisinis waralaba tersebut. Disamping itu konsumen akan melihat dari berbagai aspek terhadap apa yang akan mereka kunjungi. Mulai dari produk seperti perbandingan harga, kualitas dan kuantitas produk, selain itu dilihat dari pelayanan dan kenyamanan saat berbelanja seperti fasilitas yang diberikan, pramuniaga yang ramah dalam memberikan pelayanan terhadap konsumen.
Dari hal-hal tersebut, dapat kita pahami tidaklah mudah untuk memberikan persepsi konsumen terhadap bisnis waralaba yang kita kembangkan. Harus ada usaha khusus dari para bisnis waralaba dalam meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap bisnisnya. Selain itu, pelaku usaha harus mempunyai ciri khas terhadap bisnisnya seperti sistem pelayanan, tampilan tempat usaha dan tentunya dengan menyediakan produk yang lengkap. Dengan begitu konsumen akan mengubah persepsinya kepada bisnis waralaba yang kita kembangkan. Pada akhirnya konsumen akan tetap setia dan mau menghabiskan uangnya di bisnis waralaba yang kita kembangkan.

Sebelum suatu bisnis baru dijalankan, menurut Michael Parkin ada beberapa perilaku konsumen yang perlu diketahui yakni :
1. Lapisan masyarakat pembeli,
2. Dorongan dan motivasi pembeli,
3. kapan dan dimana membeli, volume pembelian musiman atau tidak.

Sedangkan menurut Kotler (2000:176), faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pelanggan adalah :
1. Faktor budaya yang terdiri dari subfaktor budaya dan kelas sosial,
2. Faktor sosial yang meliputi kelompok referensi, keluarga dan peran serta status,
3. fakotr personal, yang terdiri dari subfaktor umur, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, kepribadian dan konsep diri,
4. Faktor psikologis, meliputi subfaktor motivasi, persepsi, belajar, kepercayaan dan sikap.

Dari yang dikemukakan diatas merupakan faktor-faktor penting dalam berhasilnya suatu usaha yang akan dijalankan. Sebelum membuka bisnis maka perlu adanya pengenalan terhadap bisnis yang akan dijalankan, potensi pasar yang ada serta potensi masyarakat selaku konsumen.

I.2. Rumusan Masalah
Sebelum menggarap bisnis, secara formal maupun informal pengusaha akan melakukan anlisis terhadap pasar potensial yang akan dimasuki oleh produk yang akan dihasilkan. Dengan demikian akan diketahui keberadaan pasar potensialnya, ataukah pengusaha akan berusaha menciptakan suatu pasar potensial sendiri dan produknya akan menjadi market leader . Apabila analisis menghasilkan kesimpulan bahwa pasar potensial sulit menerima produk, maka rencana membuka bisnis akan dibatalkan.
Untuk itu sebelum melakukan franchising, perlu adanya penelitian terhadap bisnis waralaba yang akan dikembangkan. Apakah bisnis tersebut akan menguntungkan dikemudian hari? Atau bahkan merugikan dengan biaya yang tidak sedikit. Maka, harus adanya pengenalan terhadap bisnis waralaba sebelum terjun kedalamnya.

I.3. Tujuan
Dalam suatu perekonomian yang kompleks seperti sekarang ini, seorang pengusaha harus mampu menghadapi tantangan dan resiko untuk mengkombinasikan tenaga kerja, bahan, modal dan manajemen secara optimal sebelum memasarkan produk perusahaan tersebut. Seorang produsen harus mampu memproduksi barang secara efisien dalam jumlah maupun jenis sesuai dengan yang dibutuhkan konsumen dan seorang pengecer mampu menyediakan barang dengan harga yang layak sebagai konsumsi. Dalam berbisnis para pengusaha harus dapat melayani pelanggannya dengan cara yang efisien sehinga dapat memberikan keuntungan untuk kelangsungan perusahaan dalam jangka panjang. Selain itu para pengusaha juga harus mengetahui kesempatan-kesempatan baru untuk memuaskan keinginan konsumen.
Begitu halnya dengan suksesnya bisnis waralaba tergantung dari cara pengadopsiannya. Jika diadopsi dengan baik maka rata-rata bisnis waralaba akan sukses. Tetapi seperti halnya sistem pemasaran lainnya, waralaba bukanlah sistem yang tidak pernah gagal. Ditengah keberhasilan waralaba, kegagalan waralaba juga tidak sedikit. Untuk itu perlu diperhatikan, kegagalan dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti isi perjanjian kontrak kerjasama. Pembeli waralaba juga harus yakin bahwa waralaba yang dibelinya mempunyai merk yang terkenal yang dikenal oleh masyarakat / konsumen.
Maka, untuk membentuk waralaba/frinchising bagi franchisor maupun franchisee harus saling memperhitungkan mitra bisnisnya apakah franchising yang akan didirikan benar-benar memberikan manfaat yang lebih bila dibandingkan dengan investasi langsung (bagi franchisor) atau membuka perusahaan yang benar-benar baru (bagi franchisee). Nama besar frinchisor yang didukung dengan barbagai keunggulan apabila dipadukan dengan franchisee yang juga memiliki berbagai keunggulan akan menghasilkan perusahaan franchising yang dapat berkembang dengan pesat.
Sehingga yang harus dilakukan baik oleh calon franchisor maupun calon franchisee sebelum memutuskan untuk membangun perusahaan yang akan dijadikan mitra kerja tersebut benar-benar memenuhi kualifikasi yang baik agar perusahaan franchising yang akan didirikan nantinya berjalan baik dan saling menguntungkan. Maka didapatkan intisari dari tujuan yang diinginkan.

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian Persepsi Konsumen Terhadap Bisnis Waralaba Indomaret antara lain :
1. Pemilihan strategi perusahaan dalam pencapaian tujuan perusahaan yang tepat,
2. Untuk mengetahui keuntungan dan kerugian yang ada dalam bisnis franchising,
3. Dimaksudkan untuk mengetahui potensi bisnis pada perusahaan franchising,
4. Untuk mengetahui hak penerima waralaba dalam franchising,
5. Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mendorong pesatnya pertumbuhan franchise makanan di Indonesia.

I.4. Kerangka Pemikiran
Dalam memilih toko konsumen memiliki kriteria evaluasi diantaranya adalah faktor kenyamanan, pelayanan, kelengkapan produk, dan lain sebagainya hal tersebut menjadikan faktor yang sangat penting dan harus diperhatikan produsen karena akan menjadi bahan perbandingan bagi konsumen untuk memilih toko mana yang akan didatangi konsumen (James F Engel,1994:258), dalam membandingkan minimarket mana yang akan dikunjungi konsumen akan mempertimbangkan beberapa hal berikut diantaranya:
1. Lokasi, konsumen mementingkan jarak minimarket manakah yang paling dekat dari tempat tinggal untuk efisiensi waktu, namun ada juga konsumen yang lebih mempertimbangkan tempat parkir yang nyaman meski jarak yang ditempuh lebih jauh dari tempat tinggal.
2. Promosi, konsumen cenderung memilih minimarket mana yang menginformasikan produknya lebih baik melalui iklan yang menarik, namun ada juga konsumen yang tidak mementingkan promosi yang menarik untuk mendatangi suatu minimarket yang terpenting adalah pelayanan yang memuaskan.
3. Perbandingan harga, konsumen membandingkan minimarket mana yang memberikan harga yang lebih murah meski pelayanan kurang memuaskan atau ada juga konsumen yang cenderung memilih pelayanan yang memuaskan meski harga yang dibayar lebih mahal.
4. Pelayanan, dalam berbelanja konsumen yang mementingkan pelayanan akan memilih minimarket yang memeberikan pelayanan sesuai leinginannya, namun konsumen yang kurang mementingkan pelayanan akan memilih minimarket yang memberikan harga yang terjangkau dengan pelayanan yang standar.
5. Kenyamanan, konsumen mempertimbangkan kenyamanan berbelanja sebelum mengunjungi minmarket karena lebih berorientasi rekreasi walaupun harga yang ditawarkan lebih mahal namun ada kepuasan batin tersendiri bagi konsumen yang berorientasi ini, namun konsumen yang berorientasi belanja perusahaan yang menjadi pertimbangan itu adalah minimarket Indomaret yang memiliki strategi pemasaran dan karateristik sendiri.
6. Produk yang ditawarkan, konsumen dalam memilih minimarket mana yang akan di kunjungi dengan mempertimbangkan lengkap tidaknya produk yang di jual pada minimarket itu, jika ada minimarket yang lebih lengkap meskipun jarak yang di tempuh agak jauh maka konsumen akan mengunjungi minimarket yang lebih lengkap produknya.

Berdasarkan evaluasi diatas maka minimarket atau perusahaan waralaba yang menjadi pertimbangan itu adalah Indomaret yang memiliki karateristik dan strategi yang baik. Dengan pertimbangan diatas maka konsumen akan membuat keputusan membelanjakan uangnya di waralaba Indomaret tersebut atau tidak. Namun demikian waralaba Indomaret memiliki peluang yang besar dengan adanya variabel diatas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: