Waralaba Menjamur, Pasar Tradisional Tersingkir

WARALABA MENJAMUR, PASAR TRADISIONAL TERSINGKIR

Rachmandianto

Keywords : franchising, waralaba dan pasar tradisonal.

Pendahuluan

Latar Belakang Masalah

Bisnis franchising sudah tidak asing lagi kita dengar, dimana-mana kita dapat melihat bangunan-bangunan yang tidak kita sadari merupakan bisnis waralaba. Kalau kita amati saat ini, berbagai usaha telah berdiri sebagai usaha waralaba. Mulai dari usaha-usaha yang menjual barang-barang primer, sekunder dan tersier. Dengan berkembangnya usaha-usaha waralaba baik di kota-kota dengan tempat yang strategis memudahkan bagi konsumen untuk berbelanja. Sehingga usaha-usaha waralaba tahun demi tahun dapat kita lihat jelas perkembangannya. Bahkan kini usaha-usaha waralaba telah melebarkan sayapnya untuk memperluas usaha mereka hingga ke daerah-daerah.

Tanpa kita sadari, pesaing dari usaha waralaba tersebut terkikis dengan tertinggalnya baik sistem manajemen, sistem pelayanan, infrastruktur, bahkan sumber daya manusia dan sumber daya modal yang dimiliki.

Rumusan Masalah

1. Pengertian franchising / waralaba
Franchising adalah perjanjian pembelian hak untuk menjual produk dan jasa dari pemilik usaha. Pemilik usaha disebut franchisor atau seller, sedangkan pembeli franchising disebut dengan franchisee. Dalam perjanjian franchising, franchisor akan memberikan bantuan dalam memproduksi, operasiobal, manajemen dan bahkan masalah keuangan. Biasanya franchisor akan membantu franchisee mulai dari tahap awal usaha seperti pemilihan lokasi,mendesain toko, peralatan cara memproduksi, standarisasi bahan, recruiting dan training pegawai. Sebaliknya franchisee akan terikat dengan peraturan yang berkenaan dengan mutu produk / jasa yang ditawarkan. Franchisee juga terkena kewajiban dengan keuangan kepada franchisor seperti dengan pembayaran royalti secara rutin atas kekayaan intelektual franchisor.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa operasi franchising adalah hubungan kontrktual antara franchisor dengan franchisee dimana franchisor menawarkan dan wajib memelihara kepentingan yang terus menerus pada usaha franchising, seperti bidang pengetahuan, pelatihan. Franchising beroperasi dibawah merk / nama dagang yang sama, format dan prosedur dimiliki atau dikendalikan oleh franchisor dimana franchisee telah melakukan investasi didalamnya dengan sumber dananya sendiri.

2. Pengertian pasar tradisional
Pasar tradisional merupakan pasar yang berdasarkan permintaan dan penawaran dalam skala mikro. Dalam hal ini, pasar tradisional melayani masyarakat menengah ke bawah.

Tujuan Masalah

Dengan adanya pembahasan ini, diharapkan mampu memberi inspirasi kepada pembaca mengenai menjamurnya bisnis waralaba yang sangat pesat. Memang pada dasarnya dengan adanya bisnis waralaba dapat menyerap tenaga kerja yang besar. Namun perlu adanya kepedulian terhadap pasar tradisional yang mulai tersisih.

Kerangka Pemikiran

Dalam hitungan tahun market modern telah menyebar ke berbagai daerah seiring dengan berubahnya orientasi konsumen yang tidak hanya mencari harga murah tetapi juga melihat dari sisi kenyamanan dan pelayananya yang menjadi daya tarik tersendiri. Yang akan kita bahas dalam studi kali ini adalah merebaknya perkembangan waralaba seperti Indomaret, carefour, Superindo dan Alfamart. Dari tahun ke tahun usaha waralaba menambah franchisingnya ke berbagai pelosok.

Di sini terdapat persaingan yang tidak seimbang antara usaha waralaba dengan pasar tradisional. Bayangkan dalam jarak 50 hingga 100 meter bisa terdapat dua atau bahkan tiga usaha waralaba saat ini. Disini dapat kita lihat, betapa ketatnya persaingan mendapatkan lokasi yang strategis demi perluasan usaha waralaba yang tidak terbatas. Ini merupakan fenomena yang luar biasa pada saat ini.

Hasil dan Kesimpulan

“Waralaba Menyedot Pangsa Pasar Tradisional”, sebuah kalimat yang tidak aneh lagi kita dengar. Ini merupakan terjadinya pergeseran perilaku konsumen yang berpindah dari pasar tradisional ke usaha waralaba. Konsumen semakin jeli melihat produk, yang tidak lagi melihat merk produk tetapi berdasarkan kualitas dan harga. Dengan kualitas yang baik maka merk tersebut pasti akan dikenal banyak masyarakat pada umumnya.

Seperti halnya bisnis waralaba saat ini, yang menawarkan berbagai kemudahan dan kenyamanan kepada konsumen. Mulai dari fasilitas, pelayanan, kenyamanan berbelanja, transaksi dengan kartu debit / kredit. Sehingga masyarakat lambat laun berpindah dari pasar tradisional yang terkesan “primitif” sarana dan prasarananya. Namun perlu kita sadari, pelaku pasar tradisional merupakan masyrakat menengah ke bawah. Jika permintaan mereka menurun, otomatis akan mematikan usaha mereka. Diharapkan pemerintah lebih peduli lagi terhadap pasar tradisional dengan membangun infrastruktur yang layak. Menjadikan pasar tradisonal menuju pasar modern di masa yang akan datang.

***********

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: