PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP BISNIS WARALABA

PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP BISNIS WARALABA
(waralaba Indomaret)

By ;
RACHMANDIANTO

ABSTRAK
Bisnis waralaba saat ini telah berkembang pesat dan telah menjamur sampai ke berbagai daerah di indonesia, dalam hal ini indomaret berhasil meningkatkan jaringan sampai 4500 lebih waralaba milik sendiri dan frinchisee. Ini membuktikan bahwa bisnis waralaba merupakan bisnis yang potensial dalam dunia bisnis yang sangat ketat persaingannya.

Kata kunci : waralaba, indomaret, bisnis ____________

BAB I. PENDAHULUAN
Bisnis waralaba merupakan bisnis alternatif bagi pengusaha baru maupun yang sudah berkecimpung dalam dunia usaha. Mereka tahu bahwa bisnis waralaba mempunyai profit yang menjanjikan di masa yang akan datang. Namun perlu kita ketahui bahwa dibalik sebuah kesuksesan pasti ada puluhan beberapa kegagalan yang di alami pebisnis waralaba. Mulai dari problematika bisnis itu sendiri hingga mengenai konsumen terhadap bisnis yang dikembangkan oleh pengusaha tersebut. Persepsi konsumen mempunyai peran penting bagi berkembang dan majunya bisnis waralaba, karena konsumen akan berpindah perhatiannya dan membeli produk ke bisinis waralaba tersebut. Disamping itu konsumen akan melihat dari berbagai aspek terhadap apa yang akan mereka kunjungi. Mulai dari produk seperti perbandingan harga, kualitas dan kuantitas produk, selain itu dilihat dari pelayanan dan kenyamanan saat berbelanja seperti fasilitas yang diberikan, pramuniaga yang ramah, serta dari tempat yang.

Dari hal-hal tersebut, dapat kita pahami tidaklah mudah untuk memberikan persepsi konsumen terhadap bisnis waralaba yang kita kembangkan. Harus ada usaha khusus dari para bisnis waralaba dalam meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap bisnisnya. Selain itu, pelaku usaha harus mempunyai ciri khas terhadap bisnisnya seperti sistem pelayanan, tampilan tempat usaha dan tentunya dengan menyediakan produk yang lengkap. Dengan begitu konsumen akan mengubah persepsinya kepada bisnis waralaba yang kita kembangkan. Pada akhirnya konsumen akan tetap setia dan mau menghabiskan uangnya di bisnis waralaba yang kita kembangkan.

BAB II. LANDASAN TEORI

Persepsi adalah satu proses dengan mana seseorang menyeleksi, mengorganisikan, dan mengertepretasikan stimuli kedalam suatu gambaran dunia yang berarti dan menyeluruh (Bilson Simamora, 2004:102). Berarti persepsi konsumen adalah proses dimana konsumen melihat, merasakan dan mengenal perusahaan bisnis waralaba dengan berbagai macam aspek-aspek yang mencitrakan produknya.

Waralaba adalah perjanjian pembelian hak untuk menjual produk dan jasa dari pemilik usaha. Pemilik usaha disebut franchisor atau seller, sedangkan pembeli franchising disebut dengan franchisee. Dalam perjanjian waralaba, franchisor akan memberikan bantuan dalam memproduksi, operasiobal, manajemen dan bahkan masalah keuangan. Biasanya franchisor akan membantu franchisee mulai dari tahap awal usaha seperti pemilihan lokasi,mendesain toko, peralatan cara memproduksi, standarisasi bahan, recruiting dan training pegawai. Sebaliknya franchisee akan terikat dengan peraturan yang berkenaan dengan mutu produk / jasa yang ditawarkan. Franchisee juga terkena kewajiban dengan keuangan kepada franchisor seperti dengan pembayaran royalti secara rutin atas kekayaan intelektual franchisor.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa operasi waralaba adalah hubungan kontrktual antara franchisor dengan franchisee dimana franchisor menawarkan dan wajib memelihara kepentingan yang terus menerus pada usaha waralaba, seperti bidang pengetahuan, pelatihan. Waralaba beroperasi dibawah merk / nama dagang yang sama, format dan prosedur dimiliki atau dikendalikan oleh franchisor dimana franchisee telah melakukan investasi didalamnya dengan sumber dananya sendiri.

BAB III. METODOLOGI
Dalam meningkatkan persepsi konsumen pengusaha waralaba harus mampu mengubah pandangan konsumen dengan apa yang sudah konsumen terima dalam persepsi yang mereka miliki. Upaya inilah yang yang sangat berperan dalam majunya bisnis waralaba yang kita kembangkan.

Hal-hal yang dilakukan pengusaha waralaba untuk mengubah persepsi konsumen terhadap bisnis waralaba antara lain ;
1. Dengan Melakukan Promosi
Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan, dengan mengenalkan produk baru kepada konsumen sehingga konsumen tahu dan berniat untuk membeli produk yang ditawarkan. Hal yang perlu di sampaikan mengenai keunggulan dari produk baru yang ditawarkan.
2. Iklan
Iklan dapat dilakukan dengan melalui beberapa media antara lain, melalui media elektronik seperti melakukan iklan di media televisi. Iklan di media televisi mempunya peran yang sangat besar dalam mengubah persepsi konsumen terhadap bisnis waralaba. Iklan lain yang dapat dilakukan adalan dengan menggunaan media ctak seperti koran, majalah dan brosur-brosur yang diberikan langsung door to door. Bahkan dengan menggunakan media internet yang sangat berpengaruh dengan mengenalkan produk maupun profil bisnis waralaba tersebut.
3. Diskon
Diskon dapat diberikan kepada konsumen yang membeli langsung produk yang ditawarkan. Diskon juga aknan meningkatkan jumlah produk yang dijual karena persepsi konsumen menilai produk yang dijual dengan diskon lebih murah dibanding produk tanpa diskon. Diskon memberi efek besar dalam peningkatan permintaan terhadap produk yang dijual.
4. Bekerja sama dengan Pengusaha Produk yang di Jual
Maksudnya adalah melakukan partnership antara pemilik waralab dengan produk yang dijual, dapat berupa memasang spanduk khusus terhadap produk partnership yang pada initnya mengenalkan produk partnership kepada konsumen.
5. Doorprize terhadap Produknya
Kegiatan ini memberikan harapan kepada konsumen yang telah membeli produk. Dengan menawarkan misal dengan harga tertentu konsumen akan mendapatkan kupon yang berkesempatan mendapakan doorprize.
6. Pelayanan Ramah
Dalam berbagai usaha, pelayanan ramah memang memiliki peran penting karena konsumen akan berhadapan langsung kepada pramuniaga. Untuk itu pelayanan yang diberikan harus optimal, bahkan dalam beberapa bisnis waralaba ada yang berani memberikan ganti rugi kepada konsumen jika konsumen tidak mendapatkan pelayanan yang memuaskan dari pramuniaga.
7. Fasilitas
Fasilitas yang dapat diberikan antara lain seperti fasilitas parkir yang luas, AC, penitipan barang bawaan dan pembayaran dengan kartu debit/kredit.
8. Sewa Tempat Usaha
Selain menawarkan produk, bisnis waralaba juga menawarkan tempat usaha bagi pengusaha lain untuk mengembangkan bisnisnya. Dari sini konsumen akan melihat bahwa pemilik waralaba menyediakan alternatif produk selain produk mereka.
Bagan Persepsi Konsumen

BAB IV. PEMBAHASAN
Indomaret merupakan jaringan minimarket yang menyediakan kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari denga luas penjualan kurang dari 200 m2. dikelola oleh PT. Indomarco Prismatama yang merupakan cikal bakal pembukaan Indomaret di Kalimantan dan toko pertama dibuka di Ancol, Jakarta Utara.

Pada tahun 1997 perusahaan mengembangkan bisnis gerai waralaba di Indonesia, setelah Indomaret teruji setelah mengembangkan jaringan lebih dari 230 gerai. Pada Mei 2003 Indomaret meraih penghargaan “Penghargaan Waralaba 2003” dari Presiden Megawati Soekarnoputri.

Hingga Agutus 2010 gerai Indomaret mencapai 4.531 gerai. Dari total itu, 2.679 gerai merupkan gerai milik sendiri dan sisanya 1.852 adalah milik frinchisee yang tersebar di kota-kota, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jogjakarta, Bali dan Lampung. Di DKI Jakarta terdapat sekitar 488 gerai yang tersebar.

Indomaret mudah terdapat di daerah perumahan, ruko-ruko, gedung perkantoran dan fasilitas umum karena penempatan toko di dasarkan pada motto “mudah dan hemat”. Lebih dari 3.400 jenis produk makanan dan nonmakanan tersedia dengan harga bersaing, yang memenuhi hampir kebutuhan konsumen sehari-hari.

Didukung oleh 13 pusat distributor, yang menggunakan tekhnologi mutakhir, Indomaret merupakan aset bisnis yang sangat menjanjikan. Keberadaan Indomaret juga didukung oleh anak perusahaan dibawah bendera grup INTRACO yaitu, Indogrosir, BSD Plaza dan Charmant. (www.indomaret.co.id)
Waralaba Indomaret meski tidak tergolong murah ternyata sangat diminati. Banyak yang bertanya apa saja syarat-syarat apabila ingin menjadi terwaralaba (franchisee) toko tersebut. Berikut ini persyaratannya yang dikutip dari http://www.indomaret.co.id
Jika Anda memutuskan untuk membeli hak waralaba Indomaret, langkah awal yang harus dipenuhi adalah :
1. Warga Negara Indonesia,
2. Menyediakan ruang usaha ukuran 120-150 m2 (milik sendiri/sewa),
3. Memiliki NPWP dan PKP, serta kelengkapan perijinan lainnya,
4. Investasi peralatan toko dan biaya waralaba.
Indomaret akan membantu Anda dalam menyiapkan pengelolaan toko dalam hal :
1. Survey kelayakan tempat usaha dan bantuan mencari lokasi,
2. Perencanaan anggaran biaya,
3. Studi kelayakan investasi,
4. Tata ruang dan perencanaan toko,
5. Pengurusan ijin usaha dan NPWP,
6. Renovasi ruang usaha,
7. Pembelian peralatan toko,
8. Seleksi dan pelatihan karyawan,
9. Standard kerja dan sistem penggajian karyawan,
10. Paket sistem operasional toko dan administrasi keuangan,
11. Seleksi dan kredit barang dagangan tanpa bunga dan tanpa jaminan,
12. Program promosi penjualan.

BAB V. KESIMPULAN
Dalam kajian di atas membuktikan bahwa dengan adanya bisnis waralaba membuka peluang usaha baru tanpa perlu khawatir dengan persaingan usaha yang pesat. Karena bisnis waralaba Indomaret sudah memiliki persepsi masyarakat yang baik, dengan berkembangnya jaringan hingga diluar pulau jawa. Baik kota-kota maupun daerah juga telah mengenal dengan bisnis waralaba Indomaret tersebut. Dengan begitu, keberhasilan telah diraih oleh PT. Indomarco Prismatama.
Kemudian, meski tidak tergolong murah dan mudah dalam franchinsing Indomaret tetap saja banyak yang menanyakan syarat-syarat dalam franchising. Ini membuktikan sebenarnya banyak masyarakat yang berniat ingin ikut berkecimpung waralaba Indomaret. Minat tersebut juga membuktikan adanya kepedulian masyarakat terhadap berkembangnya bisnis waralaba di tanah air.

____**********___

DAFTAR PUSTAKA

http://www.indomaret.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: