WUJUD AKTIF MAHASISWA DALAM PEMBANGUNAN BANGSA

Mahasiswa adalah kalangan intelektual yang memiliki potensi besar dalam melakukan mobilitas. Bahkan, hal itu sudah dilakukan semenjak mereka resmi memiliki status sebagai mahasiswa. Ke depan, selepas menyelesaikan proses pembelajaran dan pencarian jati diri mereka di kampus, pintu melakukan mobilitas itu semakin terbuka. Mobilitas secara vertikal maupun horizontal, menuju ke posisi strategis di berbagai sektor yang akan mereka geluti, baik public sector, private sector atau third sector. Dari situlah sebenarnya peran mahasiswa mulai dipertanyakan, terutama peran mahasiswa dalam membangun masyarakat dan Bangsa.
Sebenarnya apa saja peran mahasiswa yang bisa dimainkannya dalam pembangunan Bangsa? Hal ini perlu dipahami bersama, karena ketidakjelasan peran akan menimbulkan kegamangan. Dan kegamangan akan mengakibatkan ketidakproduktifan. Maka tentang peran mahasiswa dalam pembangunan daerah ini perlu kita ulas lebih jauh. Namun, kita perlu terlebih dahulu melihat seberapa jauh potensi yang dimiiki oleh mahasiswa. Sehingga apa saja peran yang dapat dimainkan nanti, bisa kita lihat dari potensi yang ada dalam diri mereka.
Pertama, kita dapat melihat potensi mahasiswa dari aspek karakternya. Kita tahu bahwa mahasiswa memiliki karakter yang sangat khas yaitu memiliki idealism yang cukup tinggi, dari sinilah dimulainya sebuah pemikiran yang kreatif dan juga kritis terhadap suatu hal. Berawal dari idealismenya yang kritis terhadap persoalan-persoalan, dan dengan kreatifitasnya memberikan solusi-solusi dari persoalan yang ada. Tak jarang solusi yang mereka hasilkan merupakan hal-hal yang tak terpikirkan sebelumnya oleh generasi yang lebih tua. Banyak terobosan baru yang mereka lahirkan, karena mereka punya paradigma berpikir yang berbeda. Beberapa kelebihan yang bersifat alami di atas, yakni idealis, kritis dan kreatif membuat arus perubahan dapat diciptakan, menuju yang lebih baik sebagaimana idealita yang ada dalam benak mereka.
Kedua, potensi mereka dilihat dari aspek intelektualitas, kecerdasan dan penguasaan wawasan keilmuan. Ilmu dan wawasan yang dimiliki selain akan memperluas cakrawala pandangan, juga memberikan bekal teoritis maupun praktis dalam pemecahan masalah. Seorang mahasiswa akan dapat dengan mudah menyelesaikan masalah yang ada yang pada masa dahulu pernah ditemui manusia dan dirumuskan dalam berbagai teori pemecahannya. Atau, jika hal yang ada belum pernah ditemui sebelumnya, maka mereka sudah memiliki bekal yang metodologis dan sistematis tentang bagaimana cara menemukan pemecahan problem-problem yang ada.
Potensi dari dua aspek yang ada itulah yang akan membuat mahasiswa dapat melakukan perannya. Syaratnya, kedua potensi itu benar-benar dikembangkan secara optimal oleh mereka baik secara personal maupun komunal sehingga dapat menjadi senjata yang siap digunakan untuk memberikan kemanfaatan terbesar bagi masyarakat. Potensi dari aspek karakter dikembangkan dengan berbagai aktivitas yang mengasah softskill, baik melalui kegiatan organisasi, pelatihan-pelatihan maupun aktivitas keseharian mahasiswa di luar kegiatan akademik. Sedangkan potensi intelektualitas dibangun melalui semua kegiatan yang mengasah hardskill, yakni kegiatan belajar mengajar, pengkajian, penelitian dan juga pelatihan. Dengan begitu mereka memiliki kualifikasi dan kompetensi menuju profil mahasiswa ideal, yakni mahasiswa yang memiliki integritas moral, kredibilitas sosial dan profesionalitas keilmuan. Tentu saja Bangsa ini akan sangat menanti para generasi penerus bangsa ini untuk bisa membangun dan membawa Indonesia ke masa depan yang lebih baik yaitu Indonesia yang maju dan jaya di segala aspek.(ref

: CBustomi)haidhir

3 Tanggapan so far »

  1. 1

    liffanza said,

    Om,.. mau tanya nih,.. gimana caranya agar aspirasi atau ide kita bisa diterima oleh orang lain atau pihak yang kita maksud?? biasanya sih, kalo kita kasih ide, banyak g digubrisnya..

    btw, nice post Om..^^b +

    • 2

      iyano said,

      Didalam kita menyampaikan aspirasi, misal di dalam suatu forum. sikon dalam berbagi aspek perlu kita perhatikan, seperti:
      keyakinan kita terhadap aspirasi yang akan kita sampaikan, kalo kita gak yakin dengan aspirasi kita sendiri gimana dengan orang lain, pastinya akan ragu dengan yang kita sampaikan. kedua, kita harus punya alasan yang kuat terhadap aspirasi kita itu, misal seperti referensi buku, dalil-dalil, maksud & tujuan kamu kepada obyek pendengar kita. ketiga, hargai pendapat orang lain. gimana aspirasi kita mau di dengar jika kita sendiri tidak menghargai aspirasi orang lain. ke-empat, gunakan nada & kalimat yang tegas, jelas, dan tidak pakai urat, hehehe emang ba’so. cari lobi-lobi atau teman yang sekiranya sepaham dengan aspirasi kamu, karena mereka akan memperkuat aspirasi yang kamu sampaikan (backingan), makin banyak lobi yang kamu punya makin besar kemungkinan aspirasi kamu diterima. terakhir, perjuangkan aspirasi kamu sampai titik darah penghabisan, hehehe, jika menurut kamu itu pantas diperjuangakan, yang tentunya untuk KEBAIKAN BERSAMA .

      mudah-mudahan bermanfaat.
      sy juga masih tahap belajar.

  2. 3

    ambar said,

    sangat bermanfaat sekali


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: