PERHITUNGAN BUNGA & KLIRING tugas 10

Nama : Rachmandianto
Npm : 10208981
Kelas : 3ea10
MaKul : Komp. Lembaga Keuangan Perbankan

PERHITUNGAN BUNGA
Tugas 10
( By Rachmandianto )

Dalam kasus IV kita akan mengulas perhitungan Bunga dengan nasabah yang bernama Atun (Tabungan : 10%) dengan bunga harian.

1. Dengan transaksi sebagai berikut :

….. BANK SITI JAKARTA…..
Cek Tn Z Rp 2.000.000
B/G Ny N Rp 3.000.000
Cek Nn L Rp 4.000.000
CEK PT H Rp 1.000.000
NOTA DEBET PT X Rp 10.000.000
B/G PT Y Rp 15.000.000
NOTA KREDIT PT M Rp 10.000.000
Transaksi yang di TOLAK :
Cek Tn Z Rp 2.000.000
Cek tn L Rp 4.000.000
B/G PT Y Rp 15.000.000

….. BANK KARMAN JAKARTA….
Cek Tn A Rp 3.000.000
Cek TN B Rp 2.000.000
B/G PT C Rp 4.000.000
B/G PT D Rp 5.000.000
CEK TN E Rp 2.000.000
Nota debet PT F Rp 10.000.000
Nota kredit PT G Rp 5.000.000
Transaksi yang di TOLAK :
Cek Tn A Rp 3.000.000
B/G PT D Rp 5.000.000
B/G PT C Rp 4.000.000

2. Dengan KEBIJAKAN BANK SITI sebagai berikut :

1. Tabungan Rp 25.000.000
2. Giro Rp 20.000.000
3. Deposito Rp 30.000.000
4. R/K pada BI = 11%
5. Kas = 10%
6. RR = min 8%
7. LDR = max 110%
8. KUK = min 20%
9. Bunga Tabungan = 10%
10. Bunga Giro = 8%
11. Bunga deposito = 12%

PERHITUNGAN KLIRING pada NASABAH ATUN

BANK SITI JAKARTA
Rp – 2.000.000 XX
Rp – 3.000.000
Rp – 4.000.000 XX
Rp – 1.000.000
Rp – 10.000.000
Rp – 15.000.000 XX
Rp + 10.000.000
Rp + 3.000.000 XX
Rp + 2.000.000
Rp + 4.000.000 XX
Rp + 5.000.000 XX
Rp + 2.000.000
Rp + 10.000.000
Rp – 5.000.000
————————
Rp + 5.000.000 (menang kliring)

BANK KARMAN JAKARTA
Rp + 2.000.000 XX
Rp + 3.000.000
Rp +4.000.000 XX
Rp + 1.000.000
Rp + 10.000.000
Rp + 15.000.000 XX
Rp – 10.000.000
Rp – 3.000.000 XX
Rp – 2.000.000
Rp – 4.000.000 XX
Rp – 5.000.000 XX
Rp – 2.000.000
Rp – 10.000.000
Rp + 5.000.000
—————————-
Rp – 6.000.000 (kalah kliring)

3. Rekening Koran pada BI = Rp 8.000.000 + Rp 5.000.000 = Rp 13.000.000
Bank Karman deposito Rp 100.000.000 (min 8%)
Rp 10.000.000 – Rp 5.000.000 = Rp 5.000.000
Rp 10.000.000 = Rp 8.000.000 (R/K 8%) dan Rp 2.000.000 (exless resave)
Jadi Rp 13.000.000 – Rp 10.000.000 = Rp 3.000.000

4. NERACA

Aktiva
Kas
R/K
Kredit

Passive
Tabungan
Giro
Deposito

5. Diatur pemerintah :
RR min 8%
LDR max 110%
KUK min 20 %

6. Diatur bank
Kas dan deposito
% Exless reserve deposito

7. Giro
Kredit
KUK
Jumlah kredit

Leave a comment »

ANALISIS PENGGUNAAN KATA

ANALISIS PENGGUNAAN KATA
(by Rachmandiaanto-3ea10)

Judul Artikel
Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi
lanjutkan Program Pemasangan Paving Blok halaman sekolah
yang diprakarsai forum Komite Sekolah

Hampir setahun upaya Forum Komite Sekolah Kecamatan Padang Hulu Kota Tebing Tinggi untuk melaksanakan pemasangan Paving Blok halaman sekolah, akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan walaupun kelanjutan program ini bukan sepenuhnya hasil kerja keras mereka.

Pemerintah Kota Tebing Tingg, melalui Dinas Pendidikan akhirnya merespon niat baik mereka, bukti sebuah penghargaan dan dukungan pemerintah terhadap tekad Komite Sekolah dalam mengimplementasikan peran dan fungsinya meningkatkan kualitas pendidikan dikota [1] ini.

“Sebelumnya nyaris tak [2] terasa adanya perubahan dikalangan komite sekolah [3] hasil binaan DBE.1 USAID, tetapi setelah mengetahui adanya kegiatan pemasangan paving [4] Block halaman sekolah yang diprakarsai Forum [5] Komite Sekolah, upaya ini merupakan sebuah bukti bagi Dinas Pendidikan, bahwa pelatihan yang diberikan DBE, khususnya yang difasilitasi oleh DBE.1 kepada sekolah binaannya selama ini telah membuahkan hasil yang menggembirakan sehingga mampu meningkatkan peran serta masyarakat melalui Komite Sekolah untuk peduli dengan sektor pendidikan di kota ini. Menyadari terbatasnya kemampuan forum komite sekolah ini untuk dapat menyelesaikan proyek tersebut dan guna mempercepat proses mewujudkan tekad forum ini, Dinas Pendidikan telah menganggarkan biaya penyelesaiannya pada APBD T.A. 2009″ ucap Drs. Pardamean Siregar Kepala Dinas Pendidikan kota [6] Tebing Tinggi dalam pembicaraannya dengan A. Risman Matondang DC DBE. 1 Kota Tebing Tinggi.

Lebih lanjut menurut Drs. Pardamean Siregar, hal-hal lain yang menimbulkan perubahan disekolah [7] SD/MI dan SMP/MTs Binaan [8] DBE, kalau dulunya [9] belum mampu membuat programnya sendiri dalam bentuk dokumen RKS dan RKT, sekarang sekolah bekerjasama dengan Komite Sekolah telah mempu membuatnya sendiri dan malah [10] sekolah-sekolah lainnya yang bukan binaan juga terkena imbasnya [11] dapat mempelajarinya dari sekolah binaan tersebut, maka untuk memperluas imbas manfaat program DBE Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi sejak T.A. 2007 telah melaksanakan ProgramDiseminasi [12] dan mengupayakan menganggarkan biaya [13] program Diseminasi setiap tahunya [14] pada APBD Kota Tebing Tinggi.

(Penulis : A. Risman Matondang DC Tebing Tinggi)

Analisis penggunaan kata yang baik dari artikel di atas adalag sebagai berikut:
1. dikota = di kota
2. komite sekolah = Komite Sekolah
3. nyaris tak = hampir tidak
4. paving = Paving
5. Forum = forum
6. kota = Kota
7. disekolah = di sekolah
8. Binaan = binaan
9. dulunya = waktu itu
10. malah = bahkan
11. imbasnya = manfaatnya
12. ProgramDiseminasi = Program Diseminasi
13. menganggarkan biaya = anggaran pada
14. tahunya = tahunnya

Sumber :

http://www.pdktebingtinggi.com/index.php?option=com_content&view=article&id=238:program-pemasangan-paving-blok&catid=9:Artikel%20Pendidikan&Itemid=18

Leave a comment »

RESENSI

RESENSI
By Rachmandianto

A. DEFINISI

Resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya, baik itu buku, novel, majalah, komik, film, kaset, CD, VCD, maupun DVD. Tujuan resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya itu patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak. Yang akan kita bahas pada buku ini adalah resensi buku. Resensi buku adalah ulasan sebuah buku yang di dalamnya terdapat data-data buku, sinopsis buku, bahasan buku, atau kritikan terhadap buku.

Resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere. Artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review. Tiga istilah itu mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas buku. Tindakan meresensi dapat berarti memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas, atau mengkritik buku. Dengan pengertian yang cukup luas itu, maksud ditulisnya resensi buku tentu menginformasikan isi buku kepada masyarakat luas.

Ada yang berpendapat bahwa minimal ada tiga jenis resensi buku.
1. Informatif, maksudnya, isi dari resensi hanya secara singkat dan umum dalam menyampaikan keseluruhan isi buku.
2. Deskriptif, maksudnya, ulasan bersifat detail pada tiap bagian/bab.
3. Kritis, maksudnya, resensi berbentuk ulasan detail dengan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi dari resensi biasanya kritis dan objektif dalam menilai isi buku.
Namun, ketiga jenis resensi di atas tidak baku. Bisa jadi resensi jenis informatif namun memuat analisa deskripsi dan kritis. Alhasil, ketiganya bisa diterapkan bersamaan.

B. PENULISAN RESENSI

Adapun langkah-langkah penulisan resensi :
1. Memilih buku yang akan diresensi
2. Membaca buku secara cermat
3. Membuat kerangka resensi
4. Mengembangkan kerangka menjadi resensi yang sebenarnya
5. Merevisi resensi

Jika buku yang diresensi adalah karya sastra atau fiksi, menyusun resensi buku fiksi tidak jauh berbeda dengan buku nonfiksi. Bedanya, resensi buku fiksi terdapat sinopsis cerita atau ringkasan cerita. Sedangkan pengertian dari sinopsis itu sendiri adalah bentuk ringkasan cerita fiksi.
Hal-hal yang perlu dipertahankan dalam menulis sinopsis adalah:
1. Menggunakan bahasa penulis synopsis
2. Sudut pandang orang ketiga
3. Alurnya maju
4. Tidak ada dialog

Khusus dalam meresensi novel, seorang peresensi (resensator) harus memahami sepenuhnya unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik novel tersebut sehingga mampu membahas buku secara mendalam. Sebagai cerita rekaan, novel mempunyai unsur-unsur pembangunan cerita. Unsur-unsur itu adalah tema, alur, perwatakan, amanat, latar (setting), dan titik pengisahan (point of view). Yang dimaksud dengan kerangka resensi adalah begian-bagian pokok yang harus dituliskan atau dicantumkan dalam resensi. Bagian-bagian tersebut adalah:
1. Judul resensi.
2. Identitas buku, meliputi:
- Judul buku,
- Nama pengarang,
- Tempat penerbitan buku,
- Tahun penerbitan,
- Tebal buku,
- Jumlah halaman, dan
- Harga buku (jika perlu)
3. Isi buku/ Sinopsis singkat.
4. Kelebihan dan kelemahan buku.
5. Kelebihan dan kelemahan buku bisa kita lihat dari isi, bahasa, dan kemasannya.
6. Perbandingan dengan fiksi lain.
7. Arah dan saran pemilihan buku.
8. Unsur bahasa yang digunakan.
9. Tujuan pengarang dan tujuan resensator.
10. Harapan dan saran resensator.
11. Kesimpulan, berisi kualitas keseluruhan isi buku.

C. CONTOH RESENSI

DISUSUN OLEH
SANI JUANINGSIH
KELAS XII IPA I
SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI
JL. RH. DIDI SUKARDI NO. 186 TELP. (0266) 221371
RESENSI
Judul Buku : My Valentine
Penulis : Hanna Al – Ithriyah
Terbit : Gema Insani
cetakan : 1, Dzulqa’idah 1427 H / November 2006 M
Tebal : 192 halaman
Hanna Al – Ithriyah, penulis muda berbakat ini masih bersekolah di madrasah aliah ( P1 ) Annuqayah, Sumenep, Madura,. Lahir di Sumenep, 22 desember 1985, karyanya yang berjudul “ Selaka Rindu Dinda “ berhasil memperoleh juara hiburan pertama pada lomba SMCI Gema Insani dan di bukukan dalam antologi cerpen pemenang sayembaya yang judulnya diambil dari judul cerpennya, “ Selaka Rindu Dinda “.
Kali ini, Hanna Al – Ithriyah kembali meluncurkan buku kumpulan cerpen karyanya yang berjudul “ My Valentine “ yang berisi sebelas cerita dengan karakteristik yang berbeda di setiap ceritanya.
Kumpulan cerpen “ My Valentine “ secara tidak langsung membuat ketertarikan ingin membacanya. Yang paling mempengruhi itu adalah judulnya, yang sudah familiyar dengan remaja-remaja. Banyak orang yang salah memprediksikan isi buku ini, karena mereka melihat dari judulnya, padahal isinya sangat berbeda dengan yang mereka prediksikan. Selain itu bahasanya sangat mudah dimengerti walaupun ada sebagian kata yang memakai bahasa arab dan madura tetapi di akhir cerita di berikan keterangannya.
Diantaranya sebelas cerita, ada 3 cerita yang terlihat paling menyentuh hati dan mengharukan. Ketiga cerita itu adalah “ Dialog Alam Barzah “, “ H Minus 7 ( My Valentine )”, “ Donat “. Ketiga cerita ini mengandung makna yang sangat dalam. Bisa dilihat dari cerita “ Dialog Alam Barzah “ menceritakan tentang amalan seseorang yang tidak menjamin masuk surga yaitu menceritakan di 24 orang hamba Allah , yang salah satu dari mereka adalah ahli ibadah, ternyata seorang ahli ibadah tidak menjamin dia akan masuk surga karena orang tersebut belum bisa menghindari penyakit hati.
Ternyata yang masuk surga adalah orang yang selalu menjaga agar hatinya selalu bersih dari penyakit hati. Dalam cerita ini bahasa yang digunakan sangat mudah dimengerti seakan-akan kita menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Dicerita yang kedua bahasa yang di digunakan yaitu bahasa gaul anak remaja sekarang yang berjudul “ H Minus 7 ( My Valentine ) “ isinya menceritakan seorang anak muda yang bernama Boy. Anak muda ini sedang mencari pasangan untuk merayakan hari valentine, ternyata cewek-cewek di sekolahnya sudah mempunyai gandengan. Yang belum hanya anak Rohis. Tentunya itu memperkenalkan seorang akhwat itu dan temannya memberi saran untuk secepatnya mengirim sebuah kado dan sekotak coklat. Boy mengikuti saran temannya itu. Setelah itu Boy mendapat bingkisan itu kembali dan didalamnya terdapat securik kertas yang didalamnya berisi penolakan menerima bingkisan Valentine itu. Akhwat itu menolak ajakan dan pemberian bingkisan itu, lalu akhwat itu menjelaskan alasannya dan memberi pesan yang sangat menyentuh hati sehingga bisa membuat Boy kembali mendekat kepada Allah SWT.
Dicerita yang ketiga “ DONAT “ isinya kita ambil hikmah yang sangat besar karena ceritanya sangat menyentuh hati, sampai bisa membuat menangis pembacanya dan sangat membuat penasaran karena judulnya seperti komedi. Didalamnya menceritakan sebuah keluarga yang harmonis, seorang ibu yang mempunyai dua orang anak yang bernama Yuli dan Ipit. Ipit anak yang paling kecil, dia sangat suka makan donat. Sehari saja dia makan donat dia pasti mayur dan bertingkah tidak karuan. Suatu hari dia masuk rumah sakit, ternyata dia mengidap penyakit turunan dari ayahnya yaitu penyakit diabetes. Tidak berapa lama Ipit meninggal dunia, ibunya dan kakanya sangat menghawatirkan. Cerita itu sangat mengharukan dibanding cerita yang lain.
Kesimpulan cerpen ini sangat bagus karena bisa membuat pembacanya penasaran dan semua makna ceritanya sangat mendalam, banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil di buku itu, bahasanya tidak berbeli-belit tapi sangat mudah di mengerti.
Setelah membaca buku kumpulan cerpen “ My Valentine ‘ karya Hanna Al-Ithriyah, sangat berdampak positif terhadap pembacanya dan banyak sekali hikmah yang bisa diambil, selain itu bisa menjadikan kita sadar dalam dalam menjalani hidup ini. Kelebihan yang paling menonjol didalam buku ini adalah judulnya yang sangat bagus karena judul itu seperti mendeskripsikan isinya cerita yang bukan islami, tetapi kenyataanya isinya itu sangat islami.
Kumpulan cerpen ini mempunyai beberapa kekurangan yaitu alur ceritanya kurang mengerti dan jalan semua ceritanya terlalu lambat.

D. DAFTAR PUSTAKA

http://jajawilsa.blogspot.com/2009/05/pengertian-resensi.html

http://treeyoo.wordpress.com/2009/01/07/resensi/

http://putrinet.wordpress.com/2008/10/14/contoh-resensi/

Leave a comment »

ABSTRAK

ABSTRAK
By Rachmandianto

A. DEFINISI

Pengertian umum abstrak merupakan penyajian singkat mengenai isi tulisan sehingga pada tulisan, ia menjadi bagian tersendiri. Abstrak berfungsi untuk menjelaskan secara singkat kepada pembaca.

Sedangkan pengertian khusus abstrak adalah sesuatu yang dilihat tidak mengacu kepada obyek atau peristiwa khusus. Abstraksi menyajikan secara simbolis atau secara konseptual serta secara imajinatif sesuaru yang tidak dialami secara langsung.

Jadi abstrak adalah kata yang menunjukan kepada sifat, keadaan dan kegiatan yang dilepas dari objek tertentu. Pemahaman akan pengertian abstrak sepertinya masih dianggap sebagai suatu yang sulit bahkan tak teraplikasi. Sebagaimana tertera di atas, suatu perikatan adalah suatu pengertian abstrak (dalam arti tidak dapat dilihat dengan mata), maka suatu perjanjian adalah suatu peristiwa atau kejadian yang konkret. Misalnya : Perjanjian jual beli

B. FUNGSI ABSTRAK

Fungsi abstrak adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat perihal hasil penelitian yang telah dibuat. Uraian yang hanya satu halaman tersebut memudahkan abstrak dimasukkan dalam jaringan internet. Hal ini dimaksudkan memudahkan anda mengetahui hasil penelitian tanpa harus membaca keseluruhan penelitian yang berlembar lembar. Sehingga abstrak membantu anda dalam mencari referensi dalam penelitian yang anda cari.

Adanya abstrak akan menghindari tindakan plagiasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebuah penelitian akan terlindungi jika hanya abstraknya saja yang ditampilkan dan diperluas di internet.

C. ISI ABSTRAK

Sebuah abtrak memuat beberapa unsur penelitian yang telah dibuat. Isi abstrak meliputi judul penelitian, rumusan masalah penelitian, metode penelitian, teknik dan pengumpulan data penelitian serta hasil dan kesimpulan peneltian yang telah dibuat. Kesemuanya itu terangkum dalam abstrak. Penulisan abstrak cukup singkat, jelas dan padat serta sesuai dengan kaidah penulisan.

D. TIPS MEMBUAT ABSTRAK

Membuat abstrak tidaklah mudah, namun juga bukan merupakan hal yang menakutkan. Ada beberapa tips khusus untuk anda dalam membuat abstrak, sehingga dapat terhindar dari kesalahan yang sifatnya umum.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penulisan abstrak.
1. Semua bagian harus seimbang. Jangan hanya menonjolkan hanya salah satu aspek saja, seperti judul saja atau penggunaan metode penelitian saja, tetapi mengulas hasil penelitian lebih ditekankan.
2. Pastikan penulisan abstrak menggunakan unsure 5W + 1H dengan lengkap.
3. Harus ada hubungan yang kohesif antar unsure penelitiannya. Harus ada benang merah dari hasil penelitian yang telah dibuat.
4. Pilihlah kata kunci yang sesuai dengan subjek dan objek penelitian yang telah dibuat.

E. CONTOH ABSTRAK

1. CONTOH ABSTRAK ARTIKEL ILMIAH

Mamudji, Sri. “Mediasi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Di Luar Pengadilan.” Majalah Hukum Dan Pembangunan 3 (Juli-September 2004): 194-209.
Berawal dari ketidakpuasan akan proses pengadilan yang memakan waktu relatiF lama, biaya yang mahal, dan rasa ketidakpuasan pihak yang merasa sebagai pihak yang “kalah”, dikembangkan mediasi sebagai salah satu cara penyelesaian sengketa di luar pengadilan. Selain itu, pengembangan mediasi juga didukung oleh berbagai faktor yaitu, (1) cara penyelesaiannya dikenal di berbagai budaya, (2) bersifat non adversial, (3) mengikutsertakan baik pihak yang langsung berkaitan maupun pihak yang tidak langsung berkaitan dengan sengketa dalam perundingan, (4) bertujuan win-win solution. Mediasi adalah negosiasi lanjutan, yaitu perundingan yang dibantu oleh pihak ketiga netral yang keberadaannya dipilih oleh para pihak. Mediator tidak mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan. Di dalam melakukan perundingan dikenal dua teknik yaitu perundingan yang bertumpu pada posisi dan perundingan yang bertumpu pada kepentingan. Keberhasilan mediasi ditentukan oleh kecakapan mediator, oleh karena itu mediator harus menguasi berbagai keterampilan dan teknik. Agar dapat membantu para pihak menyelesaikan sengketa dan dapat menawarkan alternatif penyelesaian, mediator harus dapat memetakan apa yang menjadi penyebab konflik. Hal ini dapat dilakukan melalui pengamatan terhadap sikap, persepsi, pola interaksi, dan komunikasi yang ditunjukkan para pihak dalam perundingan. Menurut Moore, ada tiga tipe mediator, yaitu, (1) mediator jaringan sosial (social network mediator), (2) mediator otoritatif (authoritative mediator), (3) mediator mandiri (independent mediator). Di Indonesia, penyelesaian sengketa melalui mediasi dikenal tidak hanya dalam masyarakat tradisional tetapi telah diatur dalam berbagai undang-undang, misalnya Undang-undang Pengelolaan Lingkungan Hidup, Undang-undang Perlindungan Konsumen, Undang-undang tentang Kehutanan, Undang-undang tentang Perselisihan Hubungan Industrial, Undang-undang tentang Arbitrasi dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Untuk mediasi di pengadilan, Mahkamah Agung telah mengeluarkan Peraturan MA tentang Prosedur Mediasi Si Pengadilan.

2. CONTOH ABSTRAK LAPORAN PENELITIAN/ SKRIPSI/ TESIS/DISERTASI

Pattinama, Tisha Sophy. “ Fungsi Akta Perdamaian Yang Dibuat Oleh Notaris Sebagai Pejabat Umum (Dalam Penyelesaian Perselisihan Jual Beli Telpon Umum Tunggu).” Tesis, Magister, Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2006, vii + 66 halaman. Biliografi 30 (1980-2006).
Penulisan tesis ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan data sekunder sebagai sumber datanya. Yang menjadi permasalahan adalah mengapa perjanjian damai yang dibuat notaris merupakan alternatif penyelesaian perselisihan jual beli telpon umum tunggu, dan bagaimana kekuatan hukum akta perjanjian perdamaian terhadap para pihal yang berselisih? Perselisihan jual beli dapat diselesaikan melalui dua cara yaitu melaui pengadilan dan di luar pengadilan. Proses penyelesaian di pengadilan membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit sehingga proses penyelesaian tidak efektif. Hal ini berbeda dengan penyelesaian di luar pengadilan yang dilakukan secara damai dan sukarela. Dalam penyelesaian segketa jual beli telpon umum tunggu antara PT AC dan PT BS kedua pihak sepakat untuk menyelesaikan secara damai dan sukarela. Sebagai hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penyelesaian perselisihan dengan cara musyawarah dan mufakat adalah cara yang paling efektif sehingga perjanjian perdamaian yang dibuat oleh notaris menjadi alternatif penyelesaian perselisihan antara PT AC dan PT BS. Akta perdamaian yang dibuat oleh notaris dianggap sebagai akta yang otentik mempunyai kekuatan pembuktian lahiriah, formal dan material, sehingga mempunyai kekuatan mengikat sama dengan putusan hakim pada tingkat akhir.

3. CONTOH ABSTRAK PERATURAN

UNDANG-UNDANG NO. 8 TAHUN 1974 TENTANG POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN LN NO. 55 TAHUN 1974 TLN NO. 3041.
ABSTRAK: – Untuk mewujudkan Pegawai Negeri yang bermental baik, berwibawa, berdaya-guna, bersih, bernutu tinggi, dan sadar akan tanggung jawabnya untuk menyelenggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan perlu adanya suatu undang-undang sebagai landasan pelak-sanaan pembinaan Pegawai Negeri.
– Dasar hukum undang-undang ini adalah Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 ayat (1), Pasal 27, dan Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945.
- Undang-undang ini mengatur tentang pengertian, ketentuan umum, pembinaan Pegawai Negeri Sipil kewajiban, hak, dan pejabat negara, Pembinaan Anggota Angkatan Bersenjata Republik Indo-nesia, dan ketentuan peralihan.
CATATAN : – Undang-undang ini dirubah dengan Undang-Undang No. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian.

F. DAFTAR PUSTAKA

http://www.anneahira.com/abstrak-tesis.htm

http://www.lintasberita.us/topic/pengertian+abstrak

images.dalyerni.multiply.multiplycontent.com/…/CONTOH%20ABSTRAK%20ARTIKEL%20ILMIAH.doc?…

Leave a comment »

SUMBER DANA BANK (tugas 9)

SUMBER DANA BANK

1. Dana yang bersumber dari bank itu sendiri : modal sendiri, yaitu setoran modal dari para pemilik atau bank mengeluarkan atau menjual saham baru kepada pemilik baru atau cadangan-cadangan laba yang belum digunakan
2. Dana yang berasal dari masyarakat luas : Simpanan tabungan, rekening giro, deposito
3. Dana yang bersumber dari lembaga lain : Kredit likuiditas dari Bank Indonesia, Pinjaman antar bank, Pinjaman dari bank-bank luar negeri, Surat Berharga Pasar Uang (SBPU).

Leave a comment »

LDR (Tugas 8)

Nama : Rachmandianto
Npm : 10208981
Kelas : 3ea10
MaKul : Komp. Lembaga Keuangan Perbankan

LDR (Loan To Deposite Ratio)

Rumus : Loan To Deposite Ratio = Loans/Deposite
Rumus untuk rasio kredit terhadap deposit adalah persis seperti namanya, pinjaman dibagi dengan deposito.
Pinjaman untuk deposit ratio digunakan untuk menghitung kemampuan lembaga pinjaman untuk menutupi penarikan yang dilakukan oleh pelanggan. Sebuah lembaga pinjaman yang menerima deposito harus memiliki ukuran tertentu dari likuiditas untuk mempertahankan kegiatan usahanya sehari-hari. Kredit diberikan kepada pelanggan kebanyakan tidak dianggap berarti cair yang mereka investasi selama jangka waktu yang lebih lama. Walaupun bank akan menjaga tingkat tertentu cadangan wajib, mereka juga dapat memilih untuk menyimpan persentase investasi non-pinjaman mereka di surat berharga jangka pendek untuk memastikan bahwa setiap uang yang dibutuhkan dapat diakses dalam jangka pendek.

Liquidity and the Loan to Deposit Ratio Likuiditas dan Kredit untuk Deposit Ratio
Kredit dalam pembilang dari rumus adalah investasi atau aset bagi bank. Simpanan di penyebut dari rumus dapat dianggap sama dengan utang seperti para deposan individu pada dasarnya pemberian uang ke bank dengan kembali sama dengan suku bunga deposito dan yang dapat dipanggil setiap saat. Dalam hal ini, pinjaman untuk deposit ratio mirip dengan rasio likuiditas dan rasio utang.

Penggunaan Loan to Deposit Ratio
Rasio kredit terhadap deposit dapat digunakan oleh investor dan internal oleh perusahaan untuk menentukan kelangsungan hidup lembaga keuangan jangka pendek. Meskipun banyak deposan mungkin tidak begitu peduli ketika lembaga keuangan diasuransikan, pinjaman untuk deposit ratio dapat digunakan untuk memastikan bahwa setiap uang yang dibutuhkan segera tersedia. perusahaan asuransi Banking juga dapat menemukan rasio ini atau beberapa variasi itu penggunaan ketika underwriting kebijakan untuk menentukan dipertanggungkan.

Sumber :

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://www.financeformulas.net/Loan-to-Deposit-Ratio.html&ei=FTWoTefGHoLNrQex_omnCA&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=10&ved=0CF4Q7gEwCQ&prev=/search%3Fq%3Dloan%2Bto%2Bdeposit%2Bratio%2Badalah%26hl%3Did%26biw%3D1366%26bih%3D576%26prmd%3Divns

Leave a comment »

PERHITUNGAN BUNGA (Tugas 4)

Nama : Rachmandianto
Npm : 10208981
Kelas : 3ea10
MaKul : Komp. Lembaga Keuangan Perbankan

PERHITUNGAN BUNGA
Tugas IV
( By Rachmandianto )

Dalam kasus IV kita akan mengulas perhitungan Bunga dengan nasabah yang bernama Atun (Tabungan : 10%) dengan bunga harian.

a. Kasus berawal dari nasabah Atun pada tanggal 2/3 yang menginvestasikan uang tunai sebesar Rp 10.000.000 pada bank Siti.
b. Pada tanggal 5/3 Atun melakukan pinbuk debet giro joko sebesar Rp 3.000.000
c. Pada tanggal 8/3 Atun melakukan pinbuk kredit tabungan Toni sebesar Rp 5.000.000
d. Pada tanggal 11/3 Atun melakukan Pibuk kredit cek Tuti pada bank karman sebesar Rp 10.000.000
e. Pada tanggal 22/3 Atun melakukan pinbuk debet deposito Jeki sebesar Rp 5.000.000.

Dengan transaksi sebagai berikut :

….. BANK SITI …..
Cek Tn A Rp 5.000.000
Cek Ny B Rp 3.000.000
Cek Nn C Rp 4.000.000
B/G PT D Rp 10.000.000
B/G PT E Rp 5.000.000
Nota Kredit Rp 10.000.000
Transaksi yang di TOLAK :
Cek Tn A Rp 5.000.000
B/G PT D Rp 10.000.000

….. BANK KARMAN ….
Cek Tn X Rp 4.000.000
Cek Ny Y Rp 6.000.000
Cek Nn Z Rp 10.000.000
B/G PT K Rp 13.000.000
Nota Kredit Rp 15.000.000
Transaksi yang di TOLAK :
Cek Tn X Rp 4.000.000
Cek Nn Z Rp 10.000.000

Dengan KEBIJAKAN BANK SITI sebagai berikut :
1. Tabungan Rp 25.000.000
2. Giro Rp 20.000.000
3. Deposito Rp 30.000.000
4. R/K pada BI = 11%
5. Kas = 10%
6. LDR = 80%
7. KUK = 20%
8. Bunga Tabungan = 10%
9. Bunga Giro = 8%
10. Bunga deposito = 12%

ANALISA PERHITUNGAN BUNGA sebagai berikut :

1. Tgl 2/3 Rp 10.000.000 – Db Kas / Kr Tab Atun
2. Tgl 5/3 Rp 7.000.000 – Db Tab Atun / Kr Giro Joko
3. Tgl 8/3 Rp 12.000.000 – Db Tab Toni / Kr Tab Atun
4. Tgl 11/3 Rp 22.000.000 – Db r/k pada BI / Kr Tab Atun
5. Tgl 22/3 Rp 17.000.000 – Db Tab Atun / Kr Deposit Jeki

A. BUNGA TABUNGA ATUN
1. Tgl 5/3 … 10% x 5 – 2 x Rp 10.000.000 : 365 hari = Rp 8.219,18
2. Tgl 8/3 … 10% x 8 – 5 x Rp 7.000.000 : 365 hari = Rp 5.753,43
3. Tgl 11/3 … 10% x 11 – 8 x Rp 12.000.000 : 365 hari = Rp 9.863,02
4. Tgl 22/3 … 10% x 22 – 11 x Rp 22.000.000 : 365 hari = Rp 66.301,37
5. Tgl 31/3 … 10% x 31 – 22 + 1 x Rp 17.000.000 : 365 hari = Rp 46.567,35

SALDO BUNGA RP 136.704,34

(SALDO BUNGA RP 136.704,34) + Rp 17.000.000 = Rp 17.136.704,34 (saldo awal tgl 1/4)

B. PENDAPATAN EKSTERNA ATUN (bunga)
1. Bunga Tabungan … 10% x 31 – 1 + 1 x Rp 20.000.000 = Rp 5.479,53
(Rp 5.479,53 + Rp 17.000.000 = Rp 17. 005.479,53)
2. Bunga Giro … 8% x 31 – 1 + 1 x Rp 23.000.000 = Rp 195.342,46
(Rp 195.342,46 + Rp 17.000.000 = 17.195.342,46)
3. Bunga Deposito … 12% x 31 – 1 + 1 x Rp 35.000.000 = Rp 356.712,32
(Rp 356.712,32 + Rp 17.000.000 = Rp 17. 356.712,32)

C. PERHITUNGAN KLIRING pada NASABAH ATUN
Rp – 5.000.000 XX
Rp – 3.000.000
Rp – 4.000.000
Rp – 10.000.000 XX
Rp – 5.000.000
Rp + 10.000.000
Rp + 4.000.000 XX
Rp + 6.000.000
Rp + 10.000.000 XX
Rp + 13.000.000
Rp – 15.000.000

Hasil = Rp + 2.000.000

D. NERACA BANK SITI
Aktiva
KAS Rp 10.000.000
R/K pada BI Rp 13.000.000
Loan Rp 70.000.000 (70%)
Securities Rp 5.000.000
Other Assets RP 2.000.000
TOTAL Rp 100.000.000—

Liability
Tabungan Rp 17. 005.479,53 + Rp Rp 17.136.704,34
Giro Rp 17.195.342,46
Deposito Rp Rp 17. 356.712,32
Securities Rp 20.000.000
Capital Rp 11.305.763
TOTAL RP 100.000.000—

______***********______

Leave a comment »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.